ayooo semangat … mari ngeblog lagi!!
Mari Merajut….. (lagi)
Posted in rajutan on April 16, 2010 by nkSetelah 4 tahun meninggalkan dunia benang membulet dan rajut merajut, bulan ini, saya kembali memfungsikan tangan yang telah kaku ini untuk berkarya kembali. Awal ceritanya adalah si Mangpretz yang sering masuk angin gara-gara kedinginan naik motor, setelah membongkar lemari, ketemulah selembar syal abu-abu crochetan tahun 2005an… eh tapi pas dipake dianya komplen “ih gatel”. Ketika jalan-jalan ke ITC BSD awal februari kemaren, eh ketemu gerainya HobbyCraft, on an impulse, saya mengambil segulung benang dan sepasang jarum knit yang circular, walaupun sebenernya, saya hanya bisa knit on theory saja, itu pun pake jarum knit yang biasa. So, ketika sampai di rumah, mulailah dipikir-pikir, dilihat-lihat…. mau diapain yah…. kadung beli, mahal pula.. kalau ngga dipakai kan sayang. Mulailah downlod sana-sini, baca lagi teorinya, dan setelah berkonsultasi dengan si calon konsumen, akhirnya diputuskan untuk membuat proyek balaklava alias kupluk maling buat si mangprets, requirement dia cukup sederhana, pokoknya leher ama kuping anget dah, DAN GA GATEL! Tapi untuk mewujudkannya itu yang repot… untungnya pattern buat balaklava sederhana banyak tersebar di internet, dan setelah beberapa kali trial, akhirnya diputuskan pake ribbing sederhana saja, ukurannya segede kupluk yang sudah sering dia pakai (bau!ih), masalah shaping dst dst, kita lihat saja nanti, toh sekarang baru sampe bagian lurusnya yang bisa dikerjakan sambil merem pun (gaya!!!!)……..
Berlatih kesabaran, konsentrasi, dan menghilangkan bosen ketika naik angkutan jemputan kantor yang pake muter-muter……
GAnbatte Me!!!!
BTw ini
benangnya Sirdar Bonus Flash Ripple 939, 1 skein, 5 mm circular needles,
Info benangnya :
Bonus Flash Dk
Blend: 100% Acrylic
Ball weight: 100g
Yardage: 280m/306y
Needle size: 4mm
Tension: 22 stitches, 28 rows to 4 inches / 10 cm on 4mm needles
Pattern:
casting on (2+1)+1, sepanjang yang diperlukan, join, place marker
row 1: *(K2,P)*, terus aja begitu mpe row2 selanjutnya, sekarang baru dpt 25 row neh….
Semi-Hidroponik Part 2
Posted in Uncategorized on December 28, 2009 by nkSetelah hampir 1 tahun meng-SH-kan anggrek, weeeellllll i have to say.. beberapa ada yang sukses, beberapa ada yang gagal. Untuk Coelogynes definitely no SH, semua gagal di SH, kecuali Coelogyne asperata. Beberapa anggrek bulan (phalaenopsis) berhasil adaptasi diSH, tapi beberapa lainnya R.I.P dengan sukses (termasuk Phal. floresensis-ku yang malang). Cattleyas mostly do fine, tapi ada beberapa yang ngambek, termasuk si Golden Lion (skrg kondisinya mengenaskan, cuma 1 shoot kecil yang numbuh, on mount).
Ada beberapa perubahan yang diterapkan untuk SH saya, antaranya water reservoirnya diperendah karena mau gak mau SH section di kandang anggrek saya selalu kena guyur tiap hari (soalnya diatasnya ada Vanda dkk). Trus karena kena guyur tiap hari, otomatis pemupukannya jadi kacau, ya apa boleh buat deh, jadwal pemupukannya dibarengin sama anggrek yang lain, cuman konsentrasinya dipertinggi sedikit (SEDIKIT!!! pake saja). Kemudian NO CHEMICAL FERT, Organic Fert saja!!! (entah kenapa kalo pake chemical fert, punya saya is G***M**E, pasti akar yang baru numbuh ada yang busuk, kejadian pada trimester yang pertama, padahal konsentrasi pupuknya <150 ppm).
Sayangnya sampai sekarang belum ada client SH yang berbunga, kemarin si Mari's Song sempet bikin sheath, tapi ternyata calon spikenya blasted di dalem(untung skrg si dianya udah punya shoot baru, jadi, who knows lah). Well, jadi walaupun blum pada mau bungaan, at least some are growing well enough, for i do think that every and each new growth is miracle

Go Green, Go Organic !!!
Posted in Uncategorized on December 14, 2009 by nkAhh ribet ternyata…
Pestisida organik : sudah jodoh sama pure neem oil + apsa, sekarang nyoba FX dari ieh! untuk selingan (just in case si thrips, aphid sama rsm membangun kekebalan thdp azadirachtin). Tapi ketika dicermati isinya FX adalah azadirachtin + euphorbin ….. yeee setali 3 duit ternyata.
Pupuk organik liquid : nyoba B*A, bau tai kucing, works fine, tapi baunya ga tahan, pakai Sampi biogrow, bau ikan, amis banget, anak-anak tetangga pada protes, ihk. Sedang mencoba Nutrifarm dari amway, rekomendasi seorang teman, diliatin hasilnya TOP bgt plus diberi sampelnya … (kurang apa coba?), smell fine, cuman harganya…. muahal tenan!
Growth enhancer organic : Nyari seasol (seaweed extract) gak dapet2, eh toko yang disebutkan diiklannya ternyata sudah tutup, nyoba Budd Terra dari ieh! juga…just wait and see the result
Pupuk organik pellet : PK’s brand…. works fine, cuma disukai jamur dan semut, noticing dibeberapa pot, pelletnya berjamur dan digotong2 oleh para semut…. hmmm wondering what are they doin ???. Pengen nyuba kascing a.k.a vermicompost, tapi belum tahu kudu nyari dimana…
any idea?????
Peggy Gordon
Posted in come, sing along! on November 10, 2009 by nkby The Corrs
from the album : Home
O Peggy Gordon, You are my darling
Come sit you down upon my knee
And tell to me the very reason
Why I am slighted so by thee
I’m so in love that I can’t deny it
My heart lies smothered in my breast
But it’s not for you to let the world know it
A troubled mind can know no rest
I put my head to a glass of brandy
It was my fancy, I do declare
For when I’m drinking, I’m always thinking
And wishing Peggy Gordon was here
I wish I was in some lonesome valley
Where womankind cannot be found
Where little birds sing upon the branches
And every moment has a different sound
O Peggy Gordon, You are my darling
Come sit you down upon my knee
And tell me the very reason
Why I am slighted so by thee
Oh baby, tell me the very reason
Why i am slighted so by thee…..
(danks…. it IS hurt)
Semi-Hidroponik (S/H) untuk Anggrek : Langkah Selanjutnya (part 1)
Posted in anggrek with tags anggrek, hidroponik, orchid, s/h, semi-hydroponic on March 3, 2009 by nkSetelah sekian lama berburu media untuk s/h ini, akhirnya bulan lalu saya menemukan salah satu produk dari vendor jerman yang dahulu pernah saya hubungi via email, yang mengatakan bahwa mereka tidak punya outlet di Indonesia. Untuk percobaan pertama, saya membeli 10L media ini. Harganya Rp. 8000/L, cukup mahal, tapi mengingat bahwa pakis (Cyathea sp) bakal semakin langka, begitu pula pohon-pohon yang bisa ditebang untuk dijadikan arang, untuk media yang re-usable harga ini bisa dipertimbangkan keekonomiannya (weks, sok banget, pake bicara keekonomian segala
)
(coba tebak dimana saya menemukannya ???
Harco Plaza Mangga Dua!!!!Benar-benar tidak terduga.
Ketika saya bertanya pada mas penjualnya, memang benar bahwa mereka belum lama mengimpor media ini, belinya juga lewat Singapura. Well jadi anggap saja saya beruntung
)
Ini dia medianya, bila anda membaca mereknya, mohon maaf, bukannya saya mau promosi, tapi saya nggak sempet ambil labelnya

Nama generik untuk media ini adalah pellet lempung bakar ringan atau Lightweight expanded clay aggregates. Terbuat dari pellet yang dicetak dan dibakar pada rotary kiln pada suhu tinggi, bersifat porus, ringan dengan ketahanan tekan yang cukup tinggi (keras, kayak kerikil, eh gundu).
Langkah pertama untuk membuat sistem s/h untuk anggrek ini adalah membersihkan dan merendam media tersebut dari debu-debu dan zat kimia (binder) yang mungkin masih menempel. Caranya adalah memasukkan sekantung pellet (5L) tersebut ke dalam bak mandi yang besar (15L lebih deh), kemudian difloatasi (diaduk puter-puter deh), kemudian airnya dibuang. Proses ini diulang-ulang hingga air buangannya tidak lagi berwarna coklat. Setelah bersih, kemudian pellet ini direndam bangsa semalam atau dua di dalam air bersih yang telah ditambahkan vit B1. Setelah ditiriskan, pellet siap disajikan, eh digunakan untuk s/h.
Langkah yang kedua adalah anggrek yang akan ditransfer ke s/h “dibersihkan” terlebih dahulu. Dalam hal ini, dibersihkan berarti media yang lama dibuang semua, akar-akar yang mati, tua dan terluka dipotong, seludang-seludang kering yang biasanya masih menempel di pseudo-bulb anggrek dikelupas, kemudian anggreknya direndam di dalam larutan fungisida, bakterisida dan insektisida barang 1-2 jam. Setelah beres, si anggrek dikering-anginkan. Sesudah itu anggrek siap di-s/h-kan.
Langkah ketiga adalah menyiapkan pot s/h. Saya menggunakan gelas plastik bekas aqua untuk anggrek-anggrek yang masih kecil, gelas plastik bekas pop-ice untuk anggrek ukuran sedang dan pot plastik hitam biasa untuk anggrek yang lebih besar. Untuk gelas plastik, harus ditambahkan lubang disisi-sisi gelas, kira-kira 30% dari ketinggian gelas (diukur dari bawah!). Sedangkan untuk pot plastik yang bawahnya sudah berlubang harus diberi mangkuk sebagai reservoirnya.
Proses penanamannya sendiri cukup mudah, bahkan bisa dibilang lebih mudah daripada proses potting menggunakan media konvensional
. Pot diisi dengan pelet 1/3 bagian, anggrek diletakkan ditengah-tengah pot dengan akar disebarkan, kemudian dituangi pellet hingga agak “terkubur”, maksudnya adalah bagian pangkal pseudobulb anggrek, dimana mata tunas dan calon akar tertutupi oleh pellet. Setelah posisi anggrek cukup stabil, maka repotting anggrek selesai sudah.
Pada proses s/h yang saya lakukan kemarin, reservoir tidak langsung saya isi dengan fertilizer. Saya hanya menggunakan air biasa dengan pemikiran bahwa kebanyakan anggrek yang saya transfer ke s/h sebagian besar mengalami penggundulan akar, jadi its no use supplying them with any root-food. Yang penting adalah menjaga kelembaban media untuk merangsang pertumbuhan akar dan tunas baru.
Ini dia anggrek-anggrek yang saya s/h-kan

yang lain ntar ya, capek hehehehehe
Next : Perkembangan dan pemupukan
sampai jumpa
Broken Promises….
Posted in Uncategorized on September 1, 2008 by nkbisa membuat seseorang merasa begitu tak berarti….
bukan kah begitu ???
hiks…..sedih…..
Lavender vs Angelonia
Posted in My (non)Secret Garden with tags angelonia, lavender, mosquito repellent plant on August 25, 2008 by nkhuwaaahhhhhh capeeee’ deh…..
hanya di indonesia-lah sebatang tanaman bisa berganti identitas dengan mudahnya, sama seperti dengan gampangnya seseorang membuat ktp palsu (saya juga pernah bikin sekali hehehehe, pantesan ya, banyak tukang tepu dan teroris yang bisa berkeliaran)
Begini ceritanya …..
Beberapa hari yang lalu saya mampir kembali ke lap banteng setelah mencari tiket mudik di stasiun gambir (tiketnya ga dapet, daripada pergi naik bianglala 44-nya sia-sia gitu loh). Pada kunjungan kali ini, saya sempat mencermati bahwa banyak kios-kios yang menjual tanaman pengusir nyamuk dengan label “LAVENDER”.
“Waahhh keren banget”, tapi pas saya pelototi, “loh…. kok…..
itu kan angelonia, bukan lavender!!!”
Anehnya lagi semua kios-kios itu ternyata melakukan hal yang sama…. walah…… ini salah kok salah berjamaah thoo????
Dulu saya pernah iseng bertanya kepada salah satu mas penjaga di taman tekno serpong yang juga menjual lavender tapi angelonia ini….
“Mas, ini bener lavender ???”
“Iya Bu, tuh kan bunganya ungu, bisa ngusir nyamuk juga loh” (mantep, dengan yakin)
“Katanya lavender itu wangi ya Mas ya, kalo yang ini wangi juga gak Mas?”
“eeeeeeuuuhhhhmmm….wangi Bu….” (tapi dengan nada rada ngambang)
“Boleh nyoba metik Mas??, dikiiiiitttttt aja” (sebelum masnya mengangguk, udah mrunthes salah satu ujung tanaman yang ada bunganya duluan hueheheheheheheh)
“Lohhhh mas, kok gak ada wangi-wanginya sama sekali???? baunya malah lengur begini ??? ini lavender beneran apa….???” (dengan gaya kaget yang sok innecent gitu deh, gyahahahahahahaha )
“mungkin karena kepanasan kali Bu, yang punya kebun bilangnya begitu, ga tau deh saya” (ngaku dehhh loee akhirnyaa)
Begitu lah rata-rata jawaban yang saya dapati ketika menelisik identitas “lavender” tersebut lebih jauh….
Padahal, “lavender-lavender” tersebut adalah Angelonia angustifolia yang hanya berfungsi sebagai border plant yang tidak mengandung minyak aromatik apapun sehingga tidak bisa digunakan sebagai mosquito repellent. Sangat jauh berbeda dengan lavender asli yang beridentitas Lavandula angustifolia yang kaya dengan minyak atsiri.
Ok lah, wajar kalau orang-orang kita salah mengidentifikasi, karena lavender maupun angelonia tersebut bukan tanaman native negara kita, keduanya pun memiliki nama belakang yang sama, angustifolia yang berarti berdaun (folia) sempit (angus). Tapi yang membuat saya heran, kenapa kesalahan itu dibiarkan saja ????
kenapa tidak ada menyeletuk “Pak itu bukan lavender, tapi angelonia!” (i did that, tapi saya malah mendapatkan vicious look dari para penunggu kios tsb)
Bukannya bapak-bapak, ibu-ibu, mas-mas, mbak-mbak serta adik-adik yang pernah menanam “lavender tapi angelonia” itu pasti mengalami tanaman ini tidak mengusir nyamuk, malah bikin nyamuk ngumpyeng ???
hmmmmmmm……
tidakkah mereka curiga,ini lavendernya yang salah atau nyamuknya yang ndableg ???? atau malah egp??? semprot aja pake B****N, sama-sama berasa lavender, begitu????
hmmmm … makanya… Capeeeeeeeeeeeeeeeeeee dehhhhhh!!!!!!!!!!
Insyaallah nanti saya postingkan detil perbedaan antara lavender-angelonia dengan lavender aslinya (lengkap dengan foto-fotonya, kalau lavender yang saya tanam berhasil hidup sampai berbunga).
Sebelum itu, saya cuma bisa bilang, lavender asli wanginya beneran, daun seedlingnya-pun sudah bisa mengeluarkan aroma indah, sedangkan angelonia tak memiliki bau harum tersebut. Sosok lavender mirip dengan rosemary, hanya berbeda dibentuk daunnya, rosemary daunnya kecil dan keras, lavender lebih lembut dan panjang. Sedangkan sosok angelonia seperti ….. ummm apa ya…. pacar air (impatiens) dengan daun lebih sempit memanjang dan jauh lebih kurus tinggi.
Intinya, yang membedakan lavender-angelonia adalah wanginya!!!!
Oleh karena itu ketika hendak membeli tanaman “lavender”, use ur nose carefully.
Sekian, sekilas info
Terimakasih
Kompos oh kompos…..(romantika berkebun :p)
Posted in Uncategorized on July 1, 2008 by nkKemarin, dari pameran flona senayan, saya mendapatkan 3 bungkus bibit baru lagi, Passion flower (Passiflora caerulea), Rosemary (Rosmarinus officinalis) dan Morning Glory (Ipomaea x hybrid). Dengan Gambar bunga yang begitu cantik-cantik di cover bungkusnya membuat saya bersemangat untuk segera menyemaikannya. jadi pada hari minggu pagi kemarin saya meminta DH mengantar ke taman tekno untuk membeli kompos untuk potting mix. Tiba-tiba saja, sebelum berangkat, ada suara orang menjajakan kompos lewat di depan rumah.
Daripada repot ke taman tekno untuk mengangkut kompos, kenapa gak beli aja skrg? begitu kata DH. Well ok deh, akhirnya saya membeli 2 bungkus untuk persediaan. Setelah penjajanya pergi, saya membuka bungkus komposnya, dan….. masyaAllah bauuuuuuunya……. masih anget-anget t*i ayam duhhhh, ini mah belum jadi kompos atuh…:(.
Walaupun begitu saya maksa memakai kompos setengah jadi itu untuk campuran media semai bibit morning glory. Dan hasilnya ???
Hari kemarin muncul kutu-kutu kecil berwarna hitam, terpaksa deh ambil kelthane buat perendam
hari ini muncul belatung kecil-kecil banyakkkkkk huwaaa….. amit amittttt deh, dijemur sepot-potnya (moga-moga si baby morning glory kebal ya)
kalau inget, gara-gara gak mau repot dan ngeyel, begini lah jadinya …….
(
Untungnya si morning glory tetep mau tumbuh, dan pada hari ke 3 ini, kotiledonnya telah muncul dan terbuka, ready to grow, dan cuma satu yang busuk kebanyakan air.
Ada lagi kebodohan yang saya lakukan dalam urusan berkebun ini…..
Pas jalan-jalan ke pameran flona senayan itu, saya juga memutuskan untuk membeli POC(pupuk organik cair) untuk tambahan nutrisi buat tanaman-tanaman di rumah (padahal sudah ada Growmore 2 botol, liquinox fish sebotol, masihhhhh ajaa…… ngeyel) dengan pertimbangan kalau POC kan lebih eco-friendly, mudah terdegradasi sehingga tidak ada residu yang membahayakan, terutama buat si cilik yang sekarang tambah nglethes (tapi kok pake kelthane ya kemaren… ah stupid me). Olehkarena itu saya beli POC merek XXX, dengan alasan merek itu satu-satunya yang menyertakan data komposisi dengan sertifikasi oleh sucofindo. Warnanya hijau aneh, kental ada gelembung-gelembung gasnya….. well seharusnya saya sudah curiga ya….
Sesampai di rumah, sesuai dengan petunjuk pemakaian di leafletnya, saya mengkocok botolnya sebelum dipakai, dan ketika tutupnya saya buka…… walahhhh isinya malah muncrat kemana-mana, seperti botol cocacola….. dan………………..huwaaa….. bau t*i kucinggggg !!!!!!!!!!!!!!!!!!Gagaaallllll dehhhhh
Duhhhhh…. entahlah sepertinya saya tidak beruntung dalam urusan bau-bauan dalam berkebun ini yaaa ….
Eh iya… satu lagi, beberapa minggu lalu saya membeli sepuluh ikat tanaman bunga sedap malam (Polyanthus tuberose), yang bulbnya kelihatan gemuk-gemuk berisi dengan spike bunga yang cantik dari bapak-bapak tukang bunga yang tengah berkeliling memikul dagangan di siang hari bolong. 3 hari pertama setelah ditanam, syukur deh…. mereka sepertinya bisa hidup dengan baik, hanya sayangnya spike bunganya menjadi layu, ah hanya masalah adapatasi saja, pikir saya.
Beberapa hari kemudian saya bermaksud memotong spike bunga yang layu tersebut, d y know what i found ????? ………….
Pas saya tarik bekas spike bunganya untuk digunting, ehhh koookk copot copoooootttt ………
ternyata itu spike tancepan!!!!!!!!!!grrrrooaawrwwww!!!!
terlontar beribu makian dan cacian sama si tukang bunganya!!! dikasihani malah ….dasar tukang tepuuuu, tak berperi-kebungaan, kalo ditancepin spike yang ditajemkan seperti itu umbinya kan bisa busuk bapaaakkkkk!!!!
untung aja kemaren sebelum ditanam sempat difungi-in lebih dulu trus diangin-anginkan….huh
awas aja kalo sampai pada mati tanemannya, kalo lewat depan rumah lagi tak cegat, tak ajak carok!!!! (serem mode on, ongisnade speaking!!)
Dan untungnya, dibalik semua ke”gagal”an tersebut, masih ada hal-hal baik yang terjadi, such as
dibuatkan rak meja baru buat naruh anggrek oleh si mang-pretzzz, biji petunia yang disebar dibawah pohon mangga pada berhasil hidup dan tumbuh, biji bunga matahari sungoldnya numbuh tiga, biji lavendernya numbuh 3 lagi, biji asternya juga numbuh, pohon rosemarynya yang satu berhasil hidup dan mulai keluar daun-daun baru, para anggrek kelihatannya pada happy di rumah barunya (me tooo ….
), kembang-kembang anyelirnya (Dianthus chinensis) penuh se-pot, si heli (Helipterum roseum) tambah gede dan mulai branching out, pohon basil dan pohon cabe semakin gendut saja (semoga 2-3bln lg bisa panen lalapan) dan most of all….
RUMPUT GAJAHNYA MULAI TUMBUH!!!!! (horrreeeee its not failure after all
)
apa lagi … ????
si kecil sudah mulai belajar berjalan hehehehehehe (tidak ada hubungannya sama perkebunan kali ya, hehehehehe :p )
Hidup ini memang penuh romantika …………….. (ga nyambung makin parah mode on :p)
Another feature of being mom : “ngilu sampai ke jempol!”
Posted in Uncategorized on June 11, 2008 by nkBisakah anda membayangkan rasa “ngilu sampai ke jempol” ???
Sekarang saya bisa….
yaitu saat melihat si kecil lagi sakit perut gara-gara sembelit (dia ngeden sampai wajahnya memerah, keringetan, berkerinyutan sambil menangis dengan nada desperate.. hiks…. untung sekarang ada pencahar tetes hiks )
kemudian tadi pagi, saat melihat seorang anak sd (kira-kira kelas 1 atau 2) yang lagi nangis kejer di pinggir jalan karena ditabrak atau jatuh dari sepeda motor……
(what if….. ah saya tidak sanggup membayangkan, ngilunya terasa lagi)
Mungkin fitur ini lah yang membuat seorang ibu mampu berkorban apapun demi anaknya, asal tidak merasakan “ngilu sampai ke jempol”, tapi ….
Hidup sudah ada skenarionya kan?
Jika suatu saat diharuskan merasai “ngilu sampai ke jempol” ini…. moga-moga dikuat-imankan saja ya…..:)
ps :
Mom, daku ngerti sekarang, kenapa dikau stress berat saat tau kalo daku harus disesar buat ngeluarin si kecil ini…. ternyata its so natural…. i’m sorry for saying that you’re overreacting ….
ps ps : I luv u mom