2018-part 2

Posted in Uncategorized on April 17, 2018 by nk

Setelah berhasil menyalakan lampu untuk menerangi dunia saya (mungkin cuma membuka jendela supaya cahaya bisa masuk sih), welll.. here it is

Saat pertama dokter mendiagnosa endometriosis dengan segala konsekuensinya, tentu saja saya tidak langsung menerima begitu saja, second opinion is a must!!! Saya memilih konsultasi dengan dr. TZ SPOG dengan subspesialisasi onkologi. Another session being “diobok-obok”, dan, ya, kista itu nangkring di rahim saya, ketebalan lapisan endometrium yang di atas rata-rata. Same advice, segeralah hamil dan melahirkan, dengan hamil produksi endometrium selama 9 bulan bisa dihentikan, sehingga tubuh punya waktu untuk memperbaiki diri, ketika SC (karena anak pertama saya lahir secara SC, dan VBaC resikonya tinggi), sisa-sisa endometrium yang masih menempel bisa dibersihkan. Rencana selanjutnya bila tidak hamil adalah dengan terapi hormonal untuk menghentikan menstruasi sementara 9-12 bulan, seperti kehamilan, tapi semu (hiks), nanti diulang lagi setelah istirahat beberapa bulan. Efek dan resikonya? tentu saja dikontrol tiap bulan. Biaya? sekali suntik sekitar 1-1,5jt, butuh 3-4kali suntikan untuk menghentikan menstruasi (mendingan disuntik enak-enak ma pak bojo- fiktormodeon-). Operasi? itu last resource bila endometriosisnya masuk ke tingkat parah, operasinya bagaimana? bisa hanya pengerokan lapisan endometriumnya atau bahkan pengangkatan organ reproduksi bila sudah parah, “sudah ibu jangan pikirkan yang itu, nanti stress” kata Pak Dokter. Untuk sementara cuma diresepkan asam folat dan vit E oleh beliau. Ah okelah, the next game plan, diskusi dulu ama Bojo.

Wellll… diskusilah kami… sambil menahan mewek (i am ugly crier). Aku kudu kepiyeeee iniiiii …

Opsi pertama, hamil, yeah easy (i thought, been there done that, hadn’t I? ) tapi konsekuensinya seumur hidup… siapkah kami mengurus bayi lagi? sudah terlalu lama kami too comfortable, anin sudah bisa makan dan cebok sendiri, an independent being. Kalau kami tidak mengambil opsi yang ini, konsekuensinya adalah no more baby ever, ketika terapi hormon selesai saya akan berusia 40tahun, jam biologis saya sebagai wanita sudah expired. Anin bakal jadi anak tunggal, kalau kami sudah tidak ada, she’ll have no family unless she had her own. Saya juga hampir jadi anak tunggal, tapi untung saja my bro lahir, dan saya benar2 bersyukur punya dia.

Opsi kedua, terapi hormon, mahal, konsekuensinya : no more babies, efek samping? bagaimana badan saya bakal bereaksi terhadap perubahan hormon masih belum jelas (dulu saya pernah punya benjolan di payudara, kata bu dokter kala itu its ok, hormonal lump, no kb yang hormonal ya, those lumps may turn wild).

Opsi ketiga, belum perlu dibahas, kan dokternya juga bilang jangan dipikirin dulu :p

Setelah diskusi, ok lah, kami ambil opsi pertama, konsekuensinya insyaallah kami bakal bisa handle, bawa bayi ke kantor, tak masalah, my office was roomy enough to play football (lebay), perlengkapan perah asi? di kantor ada freezer, jadwal? karena dana riset dipotong oleh pemerintah, maka kegiatan jauh berkurang, no problemo kan….

Haaah ambil nafas sejenak… sempat lega, dedek bayi, we ready, markidon mari kita ngadon!!!

Tapi… jeng jeng… gak lama dari situ datanglah SK mutasi, saya dipindah tugaskan ke kantor yang lain..  better salary iya, tapi full hectic jobs everyday, dinas luar tiap minggu, tiap bulan. Berangkat dan pulang kantor harus naik mrt yang haltenya naik-turun 3-4 lantai. Ruangan kantornya kubikel-kubikel kecil yang cuma muat buat naruh komputer dan tas, no freezer…  no embuhlah…. ah au glap….. serasa  mau nangis guling-guling. Iya sih saya senyam-senyum saat pamitan sama teman-teman di kantor yang lama, tapi begitu pulang,  saya mewek lagi dan mewek lagi.

Lha mau gimana, udah kadung ngadonin nih bayi, eh variabel pendukungnya berubah drastis… hiks….

2 minggu berlalu, kami sempat optimis adonannya jadi nih, pas masa subur toh kemarin, eh tapi si bulan datang, dengan sakitnya yang aduhai itu. Change game plan? nope, i already love this (still imaginary) baby, masalah gimana ngurusnya nanti, dipikir nanti dah (its my hormons talking). Kemudian yang jadi pertanyaan… kok ga jadi sih… kan kemarin ngadon pas masa subur …. apakah… apakah…..(to be continued, saatnya makan siang)

 

 

Advertisements

2011-2018

Posted in Uncategorized on April 15, 2018 by nk

7 tahun berlalu, banyak hal yang telah terjadi, tapi untunglah kami, the three of us masih utuh bersatu teguh, walaupun hard to tell where life will take us to.

Tahun 2018 ini diawali dengan penuh optimisme, but then there comes the storm. Di awal januari, yaaay ip semester genap kemarin dapet 4 loh (yep, i retake my mastership degree).

Di bulan februari, i was goin to apply for doctoral scholarship, yeah baby, profesor nk here i come, life still seemed that perfect.

Di bulan maret, dokter mendiagnosa saya dengan endometrium, you need to have your baby asap, its now or menopause, heh, what?? whattt?? wtf???!!!

Sebenarnya gejala-gejala endometriosis sudah saya rasakan sejak masih gadis. Menstrual pain, dilepen? sudah biasa, ponstan was my best friend. Untunglah dilepen ini  sempat berhenti begitu saya menikah, hamil dan punya anak pertama saya (yang lahir secara caesar, rahim saya sempat dibuka dan dikerok, dibersihkan). Setelah itu saya memakai IUD yang ternyata juga membantu mengurangi tumpukan endometrium. 5 tahun kemudian saya lepas IUD, dan hamil anak kedua di tahun 2014 yang berakhir dengan keguguran. Too bad, i declined doctor’s advice for DC, i opted taking cytotec to clean the womb. Di tahun 2016 dilepen kembali datang perlahan-lahan, nothing that i can’t handle, so i ignored it. Hingga di akhir 2017, dilepen ini mencapai intensitas yg membuat saya cuma bisa mlungker di kasur ketika haid datang. Pak Suami yang ga paham mengira saya cuma iseng, dan sempat memicu pertengkaran di antara kami, untunglah we can still resolve it…. well…. emmm peacefully. Akhirnya bulan maret kemarin saya ke dokter obsgyn di RSIA dekat rumah.

Waktu di dokter, saya di usg perut, yang terlihat di layar monitor hanya hitam, abu-abu, putih, entah apa itu. “Bu, ini ada kista, tidak terlalu besar, dan kemungkinan besar anda mengalami endometriosis”, “huh?? what? mahluk apa itu Bu Dokter?” , saya keceplosan. Kemudian dokternya pun menjelaskan apa itu endometriosis, penyebab, gejala, efek dan penanganannya. I didnt really listen actually, gejala yang diterangkan Bu Dokter exactly like what i always feel everytime i get my period. Mo pipis sakit, mo kentut sakit, mo BAB sakit, pinggang ke bawah sampai kaki rasanya abis dilindes truk tronton, mual, deg-degan, pusing… ah tau lah.

Dan efeknya, infertility, endometriosis bisa menyebabkan sumbatan di saluran telur, di rahim, di rongga perut, dimana-mana, selain itu adanya endometriosis menyebabkan tubuh membentuk lebih banyak makrofag yang juga menyerang sperma dan embrio yang terbentuk. Jadi, “Bu kalau anda ingin punya anak lagi, segeralah hamil, mumpung endometriosis belum terlalu parah ini”, dan saya pun masih terbengong-bengong mendengarkan kata-kata Bu Dokter. “Kalau enggak hamil gimana Bu??” tanya saya. “Kalau tidak ada planning untuk hamil, kita bisa mencoba terapi hormon untuk menghentikan menstruasi, sehingga endometrium tidak terakumulasi”, “eh berhenti mens? as in menopause gitu Bu?”, “yep, begitulah”…..haaa whattttt nooo. . i am only 17, belum saatnya menopause Bu Dok….Saat itu saya cuma bisa menjawab bahwa saya harus diskusi dulu dengan suami untuk langkah selanjutnya, dunia saya terasa gelap (ini dunia gelap episode 2 dari yang pernah saya rasakan)

to be continued…. (hujan tears mode on)

 

2018

Posted in Uncategorized on April 14, 2018 by nk

woah… 7years gone by

Saya pikir saya telah kehilangan akses atas blog ini, i didnt remember the log in at all… email yg biasa saya pakai tertaut pada blog lain yg saya pake iseng doang.  I had given up

Tapi tetiba triiiingggg.. saya inget, exactly when i need place to spend my words diarrhea…

hiks Terimakasih Tuhan… alhamdulillaaahh

Hmmmm

Posted in Uncategorized on June 14, 2011 by nk

ayooo semangat … mari ngeblog lagi!!

Mari Merajut….. (lagi)

Posted in rajutan on April 16, 2010 by nk

Setelah 4 tahun meninggalkan dunia benang membulet dan rajut merajut, bulan ini, saya kembali memfungsikan tangan yang telah kaku ini untuk berkarya kembali. Awal ceritanya adalah si Mangpretz yang sering masuk angin gara-gara kedinginan naik motor, setelah membongkar lemari, ketemulah selembar syal abu-abu crochetan tahun 2005an… eh tapi pas dipake dianya komplen “ih gatel”. Ketika jalan-jalan ke ITC BSD awal februari kemaren, eh ketemu gerainya HobbyCraft, on an impulse, saya mengambil segulung benang dan sepasang jarum knit yang circular, walaupun sebenernya, saya hanya bisa knit on theory saja, itu pun pake jarum knit yang biasa. So, ketika sampai di rumah, mulailah dipikir-pikir, dilihat-lihat…. mau diapain yah…. kadung beli, mahal pula.. kalau ngga dipakai kan sayang. Mulailah downlod sana-sini, baca lagi teorinya, dan setelah berkonsultasi dengan si calon konsumen, akhirnya diputuskan untuk membuat proyek balaklava alias kupluk maling buat si mangprets, requirement dia cukup sederhana, pokoknya leher ama kuping anget dah, DAN GA GATEL! Tapi untuk mewujudkannya itu yang repot… untungnya pattern buat balaklava sederhana banyak tersebar di internet, dan setelah beberapa kali trial, akhirnya diputuskan pake ribbing sederhana saja, ukurannya segede kupluk yang sudah sering dia pakai (bau!ih), masalah shaping dst dst, kita lihat saja nanti, toh sekarang baru sampe bagian lurusnya yang bisa dikerjakan sambil merem pun (gaya!!!!)……..
Berlatih kesabaran, konsentrasi, dan menghilangkan bosen ketika naik angkutan jemputan kantor yang pake muter-muter……
GAnbatte Me!!!!

BTw ini
benangnya Sirdar Bonus Flash Ripple 939, 1 skein, 5 mm circular needles,

Info benangnya :
Bonus Flash Dk
Blend: 100% Acrylic
Ball weight: 100g
Yardage: 280m/306y
Needle size: 4mm
Tension: 22 stitches, 28 rows to 4 inches / 10 cm on 4mm needles

Pattern:
casting on (2+1)+1, sepanjang yang diperlukan, join, place marker
row 1: *(K2,P)*, terus aja begitu mpe row2 selanjutnya, sekarang baru dpt 25 row neh….

Semi-Hidroponik Part 2

Posted in Uncategorized on December 28, 2009 by nk

Setelah hampir 1 tahun meng-SH-kan anggrek, weeeellllll i have to say.. beberapa ada yang sukses, beberapa ada yang gagal. Untuk Coelogynes definitely no SH, semua gagal di SH, kecuali Coelogyne asperata. Beberapa anggrek bulan (phalaenopsis) berhasil adaptasi diSH, tapi beberapa lainnya R.I.P dengan sukses (termasuk Phal. floresensis-ku yang malang). Cattleyas mostly do fine, tapi ada beberapa yang ngambek, termasuk si Golden Lion (skrg kondisinya mengenaskan, cuma 1 shoot kecil yang numbuh, on mount).

Ada beberapa perubahan yang diterapkan untuk SH saya, antaranya water reservoirnya diperendah karena mau gak mau SH section di kandang anggrek saya selalu kena guyur tiap hari (soalnya diatasnya ada Vanda dkk). Trus karena kena guyur tiap hari, otomatis pemupukannya jadi kacau, ya apa boleh buat deh, jadwal pemupukannya dibarengin sama anggrek yang lain, cuman konsentrasinya dipertinggi sedikit (SEDIKIT!!! pake saja). Kemudian NO CHEMICAL FERT, Organic Fert saja!!! (entah kenapa kalo pake chemical fert, punya saya is G***M**E, pasti akar yang baru numbuh ada yang busuk, kejadian pada trimester yang pertama, padahal konsentrasi pupuknya <150 ppm).

Sayangnya sampai sekarang belum ada client SH yang berbunga, kemarin si Mari's Song sempet bikin sheath, tapi ternyata calon spikenya blasted di dalem(untung skrg si dianya udah punya shoot baru, jadi, who knows lah). Well, jadi walaupun blum pada mau bungaan, at least some are growing well enough, for i do think that every and each new growth is miracle 🙂

s/h-ers

Go Green, Go Organic !!!

Posted in Uncategorized on December 14, 2009 by nk

Ahh ribet ternyata…
Pestisida organik : sudah jodoh sama pure neem oil + apsa, sekarang nyoba FX dari ieh! untuk selingan (just in case si thrips, aphid sama rsm membangun kekebalan thdp azadirachtin). Tapi ketika dicermati isinya FX adalah azadirachtin + euphorbin ….. yeee setali 3 duit ternyata.
Pupuk organik liquid : nyoba B*A, bau tai kucing, works fine, tapi baunya ga tahan, pakai Sampi biogrow, bau ikan, amis banget, anak-anak tetangga pada protes, ihk. Sedang mencoba Nutrifarm dari amway, rekomendasi seorang teman, diliatin hasilnya TOP bgt plus diberi sampelnya … (kurang apa coba?), smell fine, cuman harganya…. muahal tenan!
Growth enhancer organic : Nyari seasol (seaweed extract) gak dapet2, eh toko yang disebutkan diiklannya ternyata sudah tutup, nyoba Budd Terra dari ieh! juga…just wait and see the result
Pupuk organik pellet : PK’s brand…. works fine, cuma disukai jamur dan semut, noticing dibeberapa pot, pelletnya berjamur dan digotong2 oleh para semut…. hmmm wondering what are they doin ???. Pengen nyuba kascing a.k.a vermicompost, tapi belum tahu kudu nyari dimana…
any idea?????